TAMORA – Dugaan praktik korupsi berjamaah berembus di lingkungan PTPN V Kebun Tamora. Oknum Manajer Kebun Tamora diduga melakukan manipulasi data penggunaan anggaran operasional kebun untuk periode tahun 2025 hingga 2026.Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik manipulasi ini tidak dilakukan seorang diri. Tindakan tersebut disinyalir melibatkan sejumlah jajaran strategis di internal kebun, di antaranya Kerani Satu, Mandor Satu, serta Kepala Keamanan.Modus yang digunakan diduga kuat melibatkan penggelembungan laporan belanja operasional, pemalsuan dokumen administratif, hingga pencatatan kegiatan fiktif dalam pemeliharaan dan pengelolaan kebun. Keterlibatan pihak keamanan serta unsur pengawas lapangan seperti Mandor dan Kerani Satu disinyalir untuk memuluskan proses verifikasi laporan agar berjalan tanpa kendala.”Ada indikasi kuat ketidaksesuaian antara alokasi anggaran yang dicairkan dengan realisasi fisik di lapangan. Peran Kerani Satu dalam pencatatan dan Mandor Satu dalam verifikasi lapangan sangat vital, sehingga muncul dugaan kerja sama sistematis,” ujar salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya.Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen pusat PTPN V maupun pihak Kebun Tamora belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut. Pengawasan internal dan aparat penegak hukum diharapkan segera turun tangan untuk melakukan audit investigatif guna mengusut tuntas dugaan kerugian negara dalam kasus ini.

